Si Hitam Petis Menjulang Manis

Kendati warnanya yang hitam pekat dan kental, namun petis kerap diburu. Bahkan tak sedikit yang menjadikannya untuk buah tangan saat berkunjung ke Kota Surabaya dan Sidoarjo.

Petis biasanya sering kita jumpai di beberapa pertokoan yang ada di dua kota itu. Aromanya yang khas menjadi ciri yang berbeda di antara deretan cinderamata lainnya. Sehingga begitu kita mengamati stan yang menyediakan kebutuhan yang pas untuk dijadikan oleh-oleh, pandangan kita dapat begitu mudah menjumpai benda ini.

Mungkin kita pernah merasakan rujak uleg atau rujak cingur Surabaya, telur bumbu petis, dan jajanan gorengan? Dari sekian banyak makanan itu tidak pernah pisah dari petis sebagai bumbunya. Meski kesan yang muncul adalah hitam pekat tapi rasanya bikin ketagihan. Itulah keistimewaan yang ada pada petis.

Terbuat dari komponen berbahan dasar dari ikan pindang, kupang, atau udang yang dipanasi hingga kental dan pekat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi coklat pekat dan rasanya sedikit manis.

Selain di Kota Surabaya dan Sidoarjo yang terkenal sebagai penghasil petis dari udang dan kupang. Di Kota Gresik dan Madura, juga terkenal sebagai penghasil petis dari daging sapi. Yaitu petis yang terbuat dari hasil sampingan dalam proses pembuatan dendeng dan abon sapi. Aroma amis petis yang dihasilkan tentu berbeda antara petis udang, petis kupang dengan petis sapi.

Untuk sisi kegunaan petis biasa dipakai sebagai bahan dasar bumbu pada beberapa makanan. Seperti rujak (cingur, tahu, gobet, manis), kupang lontong, semanggi, lontong balap, tahu campur, tahu tek, atau telur Petis Surabaya.

Menjanjikan
Di pasar genteng misalnya, tempat oleh-oleh wisatawan saat berkunjung di Surabaya, petis banyak menempati di hati pengunjung pasar seluas 7.043 meter persegi itu. Beberapa pemilik toko mengakui untuk menjual petis sangatlah mudah, karena buah tangan ini sering dicari para pembeli, baik untuk buah tangan atau sekedar untuk bumbu masak di rumah.

Pedagang pun semakin bersemangat menjual petis dengan melakukan berbagai pelayanan pada konsumen. Pemilik toko memberikan kemudahan bagi konsumen dengan mengemas seluruh pesanan, termasuk mengantar ke tempat bahkan mengirim ke kota di luar Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur. “Pesanan ke luar negeri pun dikirim langsung,” kata Budhiharto, pemilik Toko Bogajaya Pasar Genteng.

Bahkan bisnis petis ini sendiri cukup menggembirakan, terlebih lagi saat ini beberapa pedagang telah berhasil mempromosikannya hingga menjadi komoditi ekspor. Seperti ke Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat, Belanda, dan masih banyak lainnya.

Sedangkan untuk pembayarannya sebagian pedagang mengaku dapat dilakukan melalui transfer bank, serta pemesanan barang bisa lewat telepon maupun internet.

Hal senada juga diungkap Hengki, pemilik Toko Gangsar, yang sudah lima tahun membuka toko camilan, kerupuk dan petis di Pasar Genteng. Meski usahanya baru dirintis lima tahun lalu, sudah banyak konsumen yang memesan petis lewat telepon atau surat. “Kalau ingin barang laku cepat, segala cara harus dilakukan termasuk mengemas barang pesanan dalam kotak dan dikirim ke alamat pemesan,” ujarnya.

Tergantung Bahan
Mengenai harga, petis dijual tergantung dengan bahan jenisnya. Semakin berkualitas bahan yang digunakan maka semakin mahal harganya. Menurut bahan jenis petis ada yang terbuat dari udang, ikan, kupang, dan bawang.

Dilihat dari bahan jenisnya, biasanya petis berbahan dari kulit udang yang memilki harga paling tinggi. Dan jenis ini seharga Rp 20 ribu per kilogram, namun adapula yang lebih murah untuk jenis udang dengan patokan harga sekitar Rp 7.500. Sedangkan kualitas kedua jenis ikan seharga Rp 4.500 per kilogram.

Di pasar ini terdapat beberapa macam jenis petis. Dari bahan bakunya ada dua jenis petis yaitu Petis Udang dan Petis Ikan. Petis udang sendiri memiliki beberapa jenis berdasarkan kualitasnya, sementara petis ikan tidak ada pembedaan kualitas.

Petis udang kualitas super, kualitas istimewa, kualitas sedang dan terakhir kualitas biasa. Jenis sedang dan biasa ini ada yang diperkaya dengan bawang putih untuk meningkatkan rasa, dikenal dengan sebutan Petis Bawang


* .eastjavatraveler
Lihat juga : loewy, table8, tamani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s