Mengenal Gochujang di Korea

Gochujang adalah pasta cabai untuk masakan Korea yang bahan utamanya adalah koji beras ketan dan bubuk cabai yang difermentasi. Secara tradisional, fermentasi gochujang dilakukan di halaman rumah di dalam tempayan tembikar berukuran besar. Tempat diletakkan di alas dari susunan batu yang disebut jangdokdae (장독대).
Ciri khas gochujang adalah rasanya yang pedas sedikit manis walaupun kelihatan sangat merah. Di Korea, gochujang adalah bumbu yang sangat penting. Asal-usul kata gochujang adalah gochu (고추, cabai) dan jang (bumbu).
Orang Korea diperkirakan mulai mengenal cabai pada tahun 1700-an. Menurut Jungbo Sallim geongje (증보산림경제, 1765), gochujang dibuat dari campuran bubuk cabai, bubuk beras ketan, dan pasta kedelai yang disimpan hingga “matang” di bawah sinar matahari. Resep pembuatan gochujang dari abad ke-18 hampir sama dengan resep dari abad ke-19 hingga dipakai sekarang.[1]
Bahan baku dan resep gochujang berbeda-beda menurut zaman dan daerahnya, bisa dari campuran berbagai jenis tepung seperti kedelai, gandum, milet. Bubuk cabai, garam dapur, dan kecap asin dipakai sebagai bumbu, dan dimatangkan dengan difermentasi. Sebagai hasil fermentasi, rasa pedas cabai menjadi berkurang, dan beras ketan menjadi manis. Walaupun demikian, beberapa produsen juga menambahkan gula dari beras atau gula pasir.
* wikipedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s