Cantingan kopi

Kedua tangan Petrus Taufan Asmara terlihat sangat berhati-hati saat menuangkan busa kopi ke dalam secangkir gelas. Setelah rata menghiasi pinggiran cangkir, menggunakan pengaduk gula, Petrus menarik busa kopi tersebut hingga membentuk hiasan bunga. Sebagai kelopak bunganya, Petrus lalu memberikan taburan bubuk kopi.
“Ini lagi membatik minuman kopi, biar lebih sedap dipandang,” kata Petrus di Lobby Lounge Hotel Majapahit, kemarin. Hasilnya memang tidak diragukan, saking istimewanya, sejumlah penggemar kopi memilih memandanginya terlebih dulu sebelum menyeruput.
Membatik minuman kopi ini memang sulit. Namun, bagi Petrus tidak perlu waktu berjam-jam untuk menghias secangkir kopi. Tidak sampai satu menit, secangkir kopi dengan motif apapun bisa dibuatnya. Selain motif bunga-bunga, Petrus yang juga pelatih bagi bartender kopi di Hotel Majapahit ini juga mahir membuat bentuk kupu-kupu, beruang dan kepala naga.
Cantingan kopi sengaja disuguhkan bagi penggemar minum kopi di hotel kawasan Jalan Tunjungan ini. Selain menikmatinya sembari duduk santai di sofa empuk, merokok dengan iringan alunan gamelan jawa. Hmmm… Rasanya tidak ada beban sedikitpun dalam pikiran. Selain keistimewaan motif, Marketing Manager Hotel Majapahit, Pratiwi Sasotya Edi, mengatakan, biji kopi yang dibuatnya pun pilihan. “Kita menggunakan 100 persen kopi arabika,” kata perempuan yang akrab dipanggil Tia ini.
Tidak tanggung-tanggung, kopi yang disajikannya itu merupakan campuran kopi jenis arabika dari delapan negara. Di antaranya, Brazil, Papua Nugini, Argentina, Chili, dan beberapa negara di Amerika Latin lainnya. Yakni merek Illy yang diimpor dari Italia.
“Tak hanya itu, kopi ini diambil dari tanaman kopi arabika yang penanganannya dilakukan secara istimewa mulai dari saat pemilihan bibit, menanam, perawatan, hingga saat pengolahan usai dipanen,” jelas Branch Manager PT Bahama Genta Victory, Yenni Wijaya sebagai distributor kopi Illy. Untuk proses panen biji kopinya sendiri, dipilih pada biji kopi yang benar-benar matang di pohon. Selanjutnya dicampur dengan seluruh biji kopi hasil panen dan diolah menjadi kopi Illy ini.
Untuk kopi hangat, disajikan menu Espresso, cappuccino, dan Cappuccino Viennese. Sedangkan untuk kopi dingin, menunya Cappuccino, Cappuccino Shakerato, Caffe Fondente, Dark Chocolate Snow, dan Half-Half. “Ini menjadi sajian satu-satunya di Surabaya,” bangga Yenni. Tak hanya kopi Illy, di lobby launge ini juga ditawarkan teh kelas premium, bagi pengunjung yang tidak minum kopi. Sehingga ada pilihan lain.
“Makanan kecilnya fresh baru dipanggang, juga ada buah-buahan segar yang bisa dicelupkan dalam chocolate fountain,” sahut Tia dan menambahkan untuk harga paket ini Rp50.000++. Menandai launching menu baru di lobby launge itu, hadir pula pelukis Zaynal Am, pelukis dari Komunitas Pelukis Jatim. Dengan iringan musik seruling, Zaenal melukis diatas kanvas dengan menggunakan bahan berupa biji kopi, kopi bubuk, serta lem putih.
* metrogaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s