Ayam kungpao ala Radja Ketjil

Ada banyak hal yang membuat orang datang ke sebuah tempat makan. Pertama-tama tentu saja makanan, lalu suasana tempat makan, dan yang tidak kalah penting pelayanan.
Untuk rumah makan Radja Ketjil di Terogong, Cipete, Jakarta Selatan, dua yang pertama adalah daya tarik utama. Berada di sebuah rumah dengan halaman samping yang disulap menjadi tempat makan, Radja Ketjil menyajikan suasana rumahan, mulai dari penataan ruangan hingga penyajian menu makanan.
Rumah makan ini sebetulnya menyajikan menu masakan china, tetapi beberapa di antaranya ada juga menu peranakan, antara lain buncis yang ditumis dengan daging sapi cincang dalam bumbu yang rasanya manis-pedas, lumpia, dan gurami goreng dengan saus asam manis.
Menu tersebut disajikan dengan nama-nama unik. Menu Tauge Ikan Pingin Kawin, misalnya, adalah menu tumis taoge ikan asin; Nasi Goreng Bangun Pagi adalah nasi goreng ayam; sementara Kakap Pangeran Muda adalah kakap goreng lada garam dengan saus asam manis.
Yang istimewa di Radja Ketjil adalah menu ”Tahu Hujin Tje Lie Rina”, yaitu angsio tahu yang disajikan dengan ayam cincang dan sayuran pocai. Dalam satu porsi terdapat empat potong tahu yang terasa lembut di lidah. Saus cokelat dan ayam cincang melengkapi rasa gurih lembut tahu.
”Tahunya kami buat sendiri,” kata Tika Panggabean, artis dan penyanyi yang memiliki Radja Ketjil bersama beberapa saudaranya. ”Menu tahu merupakan favorit tamu Radja Ketjil.”
Menu favorit Tika sendiri adalah ayam hongkong, bihun goreng, ayam goreng mentega (disebut dalam menu sebagai Ayam Siocia-siocia) dan Nasi Goreng Tujuh Samudra alias nasi goreng makanan laut.
Yang disebut terakhir sebetulnya nasi goreng yang sudah kita kenal, yaitu nasi goreng dengan isi udang, ikan, dan daging kepiting. Sementara Nasi Goreng Radja Ketjil adalah nasi goreng makanan laut yang diberi tambahan daging sapi dan daging ayam. Memang ini paduan yang tidak biasa, tetapi tampaknya lidah para tamu dapat menerima.
Sedangkan ayam hongkong, yaitu ayam goreng yang kulitnya kering dan rasanya gurih, dilengkapi saus minyak wijen dengan campuran bawang putih, serutan jahe yang memberi rasa segar.
Suasana rumahan
Meskipun baru resmi dibuka akhir tahun 2007, rumah makan ini sudah berhasil menarik minat para tamu. Minggu siang lalu, misalnya, meja di ruangan dalam terisi penuh dan banyak tamu memilih duduk di teras meskipun tanaman di sekeliling rumah makan tak mampu menghalau udara yang tetap terasa hangat.
Umumnya tamu yang datang adalah keluarga; bisa keluarga inti atau keluarga batih yang menghabiskan Minggu siang dengan makan bersama.
Suasana rumah makan di Terogong dibuat seperti rumah dengan interior diarahkan ke suasana tempo dulu bernuansa china. Warna merah tampak pada tiang ruang makan dan bantalan kursi kayu yang menemani meja kayu. Daun pintu berwarna hijau kacanya ditutup tirai dengan gaya tahun 1960-an.
Suasana rumah juga terasa dalam sajian makanan yang porsinya lumayan besar. Sup asparagus daging kepiting (disebut Soup Radja-radja) yang entah mengapa Minggu siang lalu terasa asin, misalnya, disajikan dalam wadah berbentuk bunga yang porsinya cukup untuk enam orang.
Begitu juga menu makanan lain, seperti nasi goreng, yang dapat disantap tiga orang. Gado-gado Ibu Suri yang lebih mirip asinan karena kuahnya cair dan rasanya asam-manis-pedas dengan taburan suwiran daging ayam dan ubur-ubur rebus, bisa dimakan berdua. Ayam kungpao yang dimasak dengan cabai kering, gorengan kacang mede, dan dibumbui kecap manis, bisa untuk lauk tiga orang.
Menurut Tika, tempat makan ini memang ingin menyajikan suasana rumah sehingga porsi pun disajikan alam ukuran cukup besar. ”Teman-temanku yang mau ke sana aku kasih saran untuk coba pesan satu menu buat berdua atau bertiga karena memang konsep tempat kami seperti sajian makan di rumah,” papar Tika.
Minuman yang ditawarkan juga beragam, termasuk es kacang merah dan susu kedelai, bandrek dan bajigur. Hanya bila memesan jus dan Anda tidak ingin jus itu disajikan dingin, Anda harus menjelaskan rinci kepada pramusaji agar mendapat apa yang Anda inginkan.
Harga makanan yang berkisar dari Rp 18.000 sampai Rp 27.000 per porsi, kecuali untuk masakan ikan gurami, ikan kakap dan kepiting, sesuai dengan apa yang disajikan.
Kalaupun ada yang sedikit mengganggu justru pelayanan yang terlalu bersemangat dari pramusaji. Penjelasan panjang lebar mereka malah membuat bingung. Maklum rumah makan ini memasang motto ”hubungan yang baik dapat tercipta dari rasa yang lezat dan pelayanan yang ramah”.
* kompas 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s