Pizza Nasi dengan Penyandingan Antara ala Barat dan ala timur

Bandung – Ini bukan pizza biasa. Bentuknya persegi dengan pinggiran kering seperti pastel. Ada bagian penutup seperti lap top. Kalau dibuka, ehm… butter rice bercampur kacang polong, jagung, keju mozarella bertabur topping pizza pun akan langsung menyambut.

Itulah menu Pizza Nasi, menu andalan di Cafe Milan Jalan Pelajar Pejuang. Hasil penyandingan antara makanan barat yaitu pizza dan makanan khas timur yaitu nasi.

Perpaduannya tidak sembarangan. Apalagi dengan bentuk yang unik, wajar jika menurut Manager Cafe Milan Rully Nasrullah menu ini menjadi salah satu menu favorit sejak dikeluarkan di tahun 2005.

Menu ini, lanjut Rully, sebaiknya dipesan jika perut memang sudah benar-benar lapar. Komposisinya yang agak berat karena disandingkan dengan nasi tentu akan membuat perut lebih cepat kenyang.

“Kalau tidak terlalu lapar atau yang ingin ringan, sebaiknya pilih menu pizza yang biasa saja,” tutur Rully.

Tidak seperti pizza lain yang bentuknya bulat, khusus pizza nasi ini memang berbentuk persegi. Setelah adonan roti jadi, oleskan saos, lalu simpan nasi yang sudah matang ke dalamnya hanya setengah bagian.

Lalu taburkan topping, di antaranya all meat, lidah sapi, dan lain-lain. Dilanjutkan dengan menutup nasi dengan adonan roti yang tersisa. Panggang pizza di dalam tungku sampai kurang lebih 15 menit. Di dalam tungku, pizza diputar-putar sampai matang ke bagian dalam.

Setelah matang, taburkan keju cheddar di atasnya. Kerat bagian pinggir atas penutup pizza, lalu potong-potong bagian isi menjadi tiga bagian. Pizza nasi pun siap disantap dengan per porsinya antara Rp 34-35 ribu untuk ukuran medium.

Pembakaran dengan tungku memang menjadi salah satu ciri khas Cafe Milan. Cafe yang didominasi dengan menu makanan Italia ini membuat pizza secara tradisional. Dalam membuat adonan roti pun tidak menggunakan pan, tapi langsung menggunakan tangan.

Selain pizza nasi, double pizza pun cukup digemari. Cara penyajiannya mirip dengan burger. Tapi jika burger menggunakan dua roti sebagai alas dan tutup, double pizza menggunakan dua adonan roti di bagian bawah dan atas yang mengapit topping.

Es krim juga jadi ciri khas Cafe Milan. Namun Rully menyebutkan es krim di Cafe Milan disebut gelatto karena komposisinya 100 persen susu tanpa campuran air. Menu-menu Italia lainnya patut juga dicoba seperti spagheti. Sedangkan untuk makanan Indonesia, sop buntut jadi menu yang bisa diandalkan.
(bandung.detik)
marzano, loewy, pizza hut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s