Anatolia Resto – Hidangan Otentik Turki

Jakarta – Turki punya hidangan lezat yang perlu dicoba. Negeri dari selat Bosphorus ini menawarkan petualangan kuliner dengan cita rasa khas: dari menu sehat ala vegetarian sampai berbahan daging. Yuk, kita singgahi sebuah resto Turki di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Anatolia boleh dibilang satu-satunya restoran yang menawarkan hidangan otentik Turki. Ini memang sangat langka. Sebab, kebanyakan resto menawarkan sajian Timur Tengah atau Mediterania. Yang secara umum, mirip-mirip dengan sajian Turki ini.
Restoran ini dikomandani oleh Chef Sezai Zorlu. Chef asal Turki ini sudah lama berkecimpung di dunia restoran. Dia bahkan punya 4 restoran Turki di negeri tetangga, Singapura.
Petualangan lidah dapat dimulai dengan memesan menu pembuka hidangan cold dipping seperti Hummus atau kacang chickpea. Kacang yang sudah dihaluskan ini dicampur minyak zaitun dan ditaburi paprika bubuk lalu dimakan dengan roti pita atau roti lavash.
Hidangan pembuka ini cukup memancing selera. Ada roti lavash yang hangat dan wangi karena dimasak dipanggang dalam oven bata memakai kayu rambutan. Roti itu dirobek dan dicocolkan ke hummus yang creamy dan harum minyak zaitun asli Turki. Selain itu, tersedia Hummus with Lamb yang diberi irisan-irisan Lamb Shawarma.
Makanan pembuka favorit lainnya adalah Falafel. Menu ini dibuat dari kacang chickpea, daun seledri cincang, daun bawang, bawang bombay dan bawang putih. Makanan yang sangat sehat ini dengan mengandalkan protein nabati dari kacang chickpea sangat cocok untuk penikmat hidangan vegetarian.
Coba cicipi Mutabal atau Baba Ganoush. Mutabal dibuat dari terung yang dihaluskan lalu dicampur dengan tahini (wijen halus) bawang putih, air jeruk lemon dan seledri dan dimakan dengan roti pita atau lavash
Hidangan bakar mendominasi main course di restoran ini. Sebut saja, Lamb Shawarma, irisan-irisan daging kambing yang direndam dengan bumbu khusus, didiamkan semalam dan dibakar dengan alat khusus sampai matang merata. Shawarma ini lalu diiris-iris tipis dengan menggunakan pisau khusus. Juga ada Chicken Shawarma.
Hidangan kambing lainnya adalah Kofte yang dibuat dari daging cincang yang di tempelkan pada tusuk besi kemudian dipanggang. Berikutnya, Shish Kebab. Menu ini terdiri dari irisan dadu daging kambing yang juga sudah direndam dalam bumbu semalam yang ditusuk besi lalu dibakar. Shank of Lamb berupa paha kambing utuh disajikan dengan aubergine atau terung kecil atau dengan cous-cous adalah hidangan spesial Chef Cesai yang juga banyak dipesan orang.
Selain roti, hidangan pendamping yang pas adalah nasi. Terdapat empat pilihan nasi: vermicelli rice (sehriyeli pilav), exotic nuts rice (igli pilav), garden green peas rice (bezelyeli pilav), cous-cous rice (kuskus pilavi).
Menu penutup Turki banyak menggunakan bahan dasar kacang-kacangan, terutama kacang pistachio dan walnut. Madu digunakan sebagai bahan pemanis selain sirup khas Turki yang dibuat dari gula pasir, cengkeh dan rose water atau air bearoma mawar.
Anatolia menawarkan Baklava yang dibuat dengan lembaran-lembaran filo pastry setipis kertas yang dioles dengan mentega tawar lalu diisi kacang pistachio dan disiram madu kemudian dipanggang dan disiram sirup turki beraroma cengkeh. Lalu ada Irmikli Pudding yang dibuat dari butir-butir semolina yang dimasak dengan susu, walnut, dan bubuk kayu manis.
Lokom atau lebih dikenal dengan nama Turkish Delight menjadi penutup spesial hidangan Turki, kudapan ini dibuat dari air jeruk lemon, gula halus, gelatin dan tepung maizena lalu diberi aroma mawar dengan penambahan rose water. Turkish Delight yang berasa sangat manis ini lebih sering dikonsumsi dengan Turkish Coffee (kopi tubruk khas Turki) atau Mint Tea dibanding dimakan sebagai penutup.
Minuman khas Turki lainnya adalah Sage Tea (Ada Cayi) yaitu daun Sage kering yang diseduh dengan air mendidih dan dihidangkan bersama gula kubus. Wine asal Turki bermerek Kavali Kuldine juga dapat dinikmati di sini.

Belajar Merokok Pakai Sheesa
David Arif Saparta – manajer resto ini — sempat memberi kursus singkat bagaimana memakai sheesha/nargile. Alat pengisap tembakau sering disebut Bong di Asia Tenggara, Huka di India atau Water Pipe ini memang menarik perhatian. Tingginya yang sekitar 80 cm selalu mengundang perasaan orang untuk mencoba. Apalagi ditaruh di atas meja kuningan di hadapan sofa empuk.
”Nah, teknik ngisapnya begini, tarik kuat-kuat lalu napas kita tahan di perut. Asap yang kita tarik itu kita kumpulkan di mulut. Kalau sudah banyak baru kita lepas. Jadi, asap yang keluar bisa banyak,” kekeh David mengajari kami yang masih terbengong-bengong.
Sebelum mengajari teknik mengisap tembakau beraroma itu, David mempertontonkan cara mengisi sheesha. Botol yang di bagian bawah terlebih dulu diisi air. Kira-kira diisi sampai tiga perempat bagian. Setelah itu, clay (keramik wadah tembakau yang ada di bagian atas) diisi dengan tembakau. Untuk membakarnya diberi briket panas.
Menurut David kebiasaan menghisap tembakau (tobako) beraroma ini dilakukan usai menyantap hidangan. Sambil kongko bareng kolega, mengisap tembakau ini nikmatnya tak terkira. Apalagi, lanjut David, merokok cara begini dianggap lebih sehat ketimbang cara konvensional. ”Buktinya kalau kita hembuskan napas di kain putih, nggak ada noda kuning atau bekas nikotinnya.”
Tobako beraroma itu diimpor dari negeri Jazirah Arab. Aromanya macam-macam, tinggal dipilih. Mau aroma apel, stroberi, mangga, anggur, capucion, pisang, lemon, jeruk atau mint. Untuk menikmati sheesha ini kita hanya perlu membayar Rp 100.000,-++ yang bila diisap seorang diri baru habis dalam dua jam. Namun, biasanya menikmati sheesha ini lebih nikmat kalau dilakoni bersama teman atau kerabat dekat.
Di resto Anatolia, kita memungkinkan bersantai ala raja-raja Timur Tengah. Di bagian restoran ini tersedia sofa nan empuk dan tempat lesehan lengkap dengan bantal-bantal yang beraneka warna. Ruangan santai ini interiornya berbalut nuansa Turki, merah maroon dan pernak-pernik asli dari negeri itu. O, ya ruangan asyik ini dinamai divan sheesha room. Sssttt.. di sini juga digelar pentas tari perut loh. Boleh dicoba kan?

Sumber :
pizza hut, sandwich, burger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s