Menyantap sajian boga di Karanganyar

Pilihan rumah makan yang menawarkan kenyamanan tempat semakin lama semakin menjamur. Namun, menyantap aneka hidangan menggugah selera sembari menyaksikan hijaunya hamparan pepohan yang berkolaborasi serasi dengan semilir angin pegunungan, tentu sebuah janji kenikmatan tersendiri.

Karena bukan hanya lidah dan perut saja yang dimanjakan, makan di tengah suasana demikian tentu juga memanjakan pikiran dan hati yang jenuh dengan padatnya aktivitas sehari-hari. Janji eksotisme kuliner dengan suasana senyaman itu, bisa dirasakan warga Soloraya di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di kawasan wisata alam Tawangmangu.

Jika tertarik menjelajah alam petualangan boga di kawasan Tawangmangu, Anda bisa mengawali perburuan dari Rumah Makan Ibu Ugi di Jl Lawu km 40 RT 2/RW III Kaliyoso yang hanya menyediakan menu sup buntut dan pecel. Menurut cerita, Rumah Makan Ibu Ugi adalah rumah makan terlama di kawasan Tawangmangu, namun konon cita rasa yang disuguhkan, sejak dulu hingga kini, tak berubah.

Itulah mungkin pasalnya, Warung Ibu Ugi tak pernah sepi pembeli. Pendapat itu kiranya tak berlebihan, karena rasa sup buntutnya memang lezat. Kuahnya begitu segar, aroma bumbunya nendang dan dagingnya empuk. Disantap dengan tambahan guyuran jeruk nipis, rasa sup yang per porsinya Rp 13.000 itu semakin terpatri di lidah.

Pecelnya juga demikian. Ada pesona khas di tiap guyuran bumbu kacang yang memenuhi sela-sela sayuran. “Sejak awal buka sekitar 50 tahun lalu, bumbu yang digunakan memang tak pernah berubah. Dari dulu kami juga selalu menggunakan buntut daging sapi lokal,” ujar salah seorang pengelola Warung Makan Ibu Ugi, Andreas Sudarmono.

Puas melahap sup buntut dan pecel, Anda bisa meluncur ke Restoran Pondok Indah yang banyak menyediakan olahan seafood. Salah satu menu super menggoda yang ada di sana yakni cumi lombok ijo yang per porsinya dibanderol Rp 22.000. Ditemani segelas sekoteng, menyantapnya pun jadi makin nikmat.

Gurihnya kelinci
Nah, tapi bagi yang ingin menjajal rasa daging hewan bergigi tengil alias kelinci, tak jauh dari Pondok Indah, tepatnya di depan kantor Perusahaan Pariwisata Tawangmangu (PPT), warung lesehan Pak Temon bisa jadi target selanjutnya. Tekstur daging dan wujud sate kelinci nyaris mirip sate ayam. Namun, setelah digigit, rasa daging kelinci lebih gurih. Lemaknya juga lebih minim.

Disantap bersama sambal kacang yang kental dengan aroma daun jeruk nipis, menu tersebut pas menjadi hidangan makan di sore hari. “Daging kelinci yang digunakan adalah kelinci berumur tiga bulan. Jadi dagingnya lebih empuk,” ujar si pemilik warung, Temon.

Jikalau perut masih kuat menampung makanan lagi, berburu sajian boga di kawasan Karangpandan juga tak kalah menarik. Di sekitar Terminal Karangpandan misalnya. Warung makan sate kambing Solo yang menyediakan berbagai macam olahan daging kambing mulai dari sate, tengkleng, gulai sampai rica-rica siap membuat lidah menari-nari.

Asyiknya, di sana tersedia dalam berbagai porsi. Jadi bisa disesuaikan dengan kapasitas perut. “Jika pesan, di sini juga bisa menyediakan kambing guling,” ujar sang pemilik warung, Ratna Suharto.

Masih ingin berburu kuliner di Karangpandan? Sebuah tempat makan berkonsep bangunan candi yang eksentrik, bisa menjadi tempat singgah makan selanjutnya. Namanya Sriwedari Resort and Spa. Menu iga sapi lada hitam dan udang bago mayones jadi menu favorit restoran yang baru berumur setahun itu.

Seunik bentuk bangunannya, di sana juga menyediakan minuman dengan nama unik yakni es bumi hangus yang dibanderol Rp 15.000 per gelas. Wujudnya semacam es buah. Bedanya sirup yang dituangkan adalah sirup rasa mocca. “Es bumi hangus memang menjadi minuman khas di sini,” tutur Anik Setyorini, karyawan Sriwedari resort and spa.

Meskipun segarnya udara pegunungan tak lagi begitu terasa, kuliner di daerah kota Karanganyar juga tak kalah nikmat. Rumah Makan Herbal Jl Lawu 101 Papahan adalah salah satunya yang menyediakan menu khas. Sesuai namanya, beragam menu yang ditawarkan bernuansa serba herbal. Letupan aroma rempahnya begitu dahsyat. “Salah satu menu yang unik ada nasi goreng mengkudu,” ujar pemilik Rumah Makan Herbal, Umi.

Di daerah kota sejumlah warung soto dan garang asem ternama juga sayang untuk dilewatkan. Sebut saja warung soto Bu Perkis dan Warung Soto Sore. Tetapi jika sudah sampai di daerah Palur, puluhan tempat makan yang menyediakan menu-menu lezat juga mesti dicoba. Mulai dari Ayam Goreng Bu Better yang per potongnya Rp 13.000, pepes ayam spesial dari restoran Menara Sedap sampai Bakso Rusuk Palur yang seporsinya Rp 8.500, siap membombardir lidah Anda.

Referensi  : solopos
Lihat juga : nelayan restoran, laguna, sushi tei, tamani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s