Cerdas pilih makanan laut, agar sajian ini masih bisa dinikmati anak cucu di masa depan.

Menikmati hidangan lobster rebus atau kerapu goreng asam manis memang bisa menggoyang lidah. Tapi, tahukah Anda, jika tidak cerdas memilih hidangan laut (seafood) yang akan dinikmati, tanpa memahami lebih jauh cara pengelolaan perikanan dilakukan, Anda justru membantu memusnahkan ekosistem laut?

Menurut WWF Indonesia, saat ini produk seafood Indonesia terancam kelangsungannya ketika kawasan pesisir dan perikanan karang memberi tekanan sangat tinggi pada populasi dan lingkungan hidup ‘penghuni’ laut.

Bayangkan, lobster, ikan hiu dan kerapu membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Sedangkan, hanya sedikit bayi lobster yang mampu bertahan hidup dan menjadi dewasa di alam.

Masalahnya, saat ini masih sedikit teknologi yang mampu mengembangbiakkan lobster secara budi daya. Sementara itu, bayi ikan hiu semakin jarang ditemukan karena adanya penangkapan ikan hiu dewasa secara besar-besaran (tangkap lebih atau over-fishing), sehingga tidak dapat memperbaiki populasinya.

Maka itu, sebagai kampanye pelestarian ekosistem laut, WWF Indonesia, membuat program cerdas memilih sajian laut, agar cadangan ‘penghuni’ laut masih bisa dinikmati anak cucu di masa mendatang. Ikuti petunjuknya!

Kategori aman, karena penghuni laut jenis ini cepat berkembang biak. Di antaranya, teri, tongkol, banding, bawal, cakalang, tenggiri, cumi-cumi dan tuna.

Kategori dibatasi, karena jenis ini seringkali tidak dihasilkan dari cara penangkapan ramah lingkungan
Di antaranya, kepiting bakau, ekor kuning, gurita, baronang, teripang, udang, kakap dan ikan kambing-kambing.

Kategori dihindari, karena jenis ini mengalami penurunan populasi serius di alam dan proses penangkapannya memungkinkan ikut terjaringnya satwa langka. Di antaranya, kerapu, lobster, hiu dan penyu.

Referensi  : kosmo.vivanews
Lihat juga : nelayan restoran, marzano, loewy, table8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s