Bebek Peking Hidangan Kaum Bangsawan Tingkatkan Stamina

Surabaya – Hmm…aroma bebek goreng sering mengusik kita saat melintas di depan warung kaki lima. Kuliner ini biasa tersaji bersama lalapan timun, kubis, daun kemangi, berpadu sambal nanpedas.

Namun, makanan berbahan bebek yang biasa dikenal Bebek Peking memiliki karakter berbeda dan tergolong langka karena jarang sekali ditawarkan di resto China. Kini, kita bisa mencicipinya di Resto Lung Yuan, Hotel Sheraton Surabaya.

“Masakan ini berasal dari Zaman Dinasti Ming di China dan hanya dinikmati kaum bangsawan. Sekarang, setiap orang bisa menikmatinya baik siang maupun malam,” kata Chef Umbar, di Surabaya, Kamis.

Mengenai khasiat menyantap menu ini, ungkap dia, meningkatkan stamina dan energi. Di sisi lain, penderita kolesterol tinggi tak perlu khawatir asalkan mengonsumsinya dalam porsi wajar.

“Apalagi, tambahan bermacam bumbu yang dimasukkan ke dalam rongga perut bebek bermanfaat meredam kadar kolesterol. Begitu pula sayuran yang menyertai masakan ini seperti paprika, sayur asin, sawi daging, jamur, dan selada,” katanya.

Kalau pengolahan Bebek Peking, ulas dia, dapat menjadi beberapa resep. Kulit bebek yang garing, gurih, dan renyah bisa menjadi Lumpia Kulit Bebek, dagingnya diolah jadi menu Daging Cincang Selada, dan Bebek Merica Hitam. Tulangnya bisa untuk Sup Tulang Bebek dan Sayur Asin.

“Selain itu, bisa diolah menjadi beragam menu sesuai keinginan tamu dan dipastikan membuat mereka ketagihan. Bahkan, kami sengaja mengimpor bebeknya dari Malaysia karena tekstur dagingnya lebih empuk dibandingkan bebek lokal,” katanya.

Sebelum dimasak menjadi berbagai masakan, ia mengaku, lebih dulu membersihkan isi perut bebek. Berbeda dengan orang Indonesia yang suka menyantap bagian dalam (jeroan) termasuk jeroan bebek. Mayoritas masyarakat di negeri ini beranggapan jeroan bebek lebih gurih dibandingkan ayam.

“Akan tetapi, pada resep ini jeroan bebek tak dimanfaatkan khususnya kepala dan buntut (brutu). Beda saat kita menyantap ayam, bagian kepala dan brutu justru paling digemari,” katanya.

Proses selanjutnya, tambah dia, bagian dalam bebek yang berongga diisi bumbu lalu dijahit, siram air panas, tambahkan sedikit cuka agar bumbu meresap, dan berasa gurih. Lalu, tiriskan bebek selama enam jam di tempat yang kering dan sejuk. Setelah itu, masukkan dalam oven bersuhu 70 derajat Celcius antara 50 menit – 60 menit, siram dengan minyak panas, dan ditiriskan.

“Untuk menikmatinya, bisa dipadukan dengan nasi atau mie. Saat mengonsumsinya bisa ditemani segelas teh China yang sekaligus berfungsi menetralkan lemak atau bermacam jus segar dan menyehatkan,” katanya.

Referensi : antarajatim
Lihat juga : marzano, loewy, table8, nelayan restoran, laguna, sushi tei, tamani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s