“Latte Art” di Sonnen Cafe, Teman Aktivitas Malam

Bagi yang suka begadang atau sering bekerja hingga larut malam, biasanya intim dengan sahabat yang selalu setia menemani segala aktivitas yakni kopi. Banyak jenis dan rasa yang bisa dinikmati, salah satunya adalah kopi dengan sentuhan seni “Latte Art”.

Menurut Wikipedia, “latte” (minuman berbasis espresso dan lainnya) yang dikenal “caffe latte” merupakan minuman kopi yang dibuat dengan susu panas. Kalau di Italia, “latte” adalah sebutan untuk susu tetapi, dalam percakapan bahasa Inggris “latte” yaitu steno dari “caffelatte”’ atau “caffe e latte”.

Di kisaran tahun 1980-an, jika seseorang memesan ‘latte’ di sebuah kedai kopi Italia di Amerika Utara, berharap mendapatkan segelas susu. Apabila, ia memesan ‘caffelatte’, akan mendapatkan minuman yang persis dengan apa yang disebut ‘latte’ pada saat ini.

Untuk “Latte Art” merupakan seni melukis di permukaan “latte”. Cara mengolahnya memang tidak ada yang istimewa hanya perlu kreatifitas dan inovasi. Semua bahan diramu seperti bubuk kopi, gula, dan krim diaduk layaknya membuat ramuan kopi pada umumnya. Lebih enak lagi jika tanpa gula.

Barista (peracik kopi) asli Australia yang membuka kedai kopi Sonnen Cafe di Sinar Supermarket Bintoro Surabaya mengaku, ada puluhan bentuk seni “latte” yang dikuasainya seperti daun dan motif mirip batik. Pembuatannya dilakukan dengan menuang susu “steam” dan menjaga kemiringan cangkir dalam satu arah.

“Karena susu dituangkan lurus ke dalam cangkir maka busa mulai mengembang ke atas pada satu sisi yang disebabkan oleh kemiringan,” katanya.

Langkah selanjutnya, tambah dia, mulai menuangkan susu sepanjang lebar cangkir dari satu sisi ke sisi lainnya dan menyelesaikan tuangannya dengan ritme cepat sepanjang bentuk yang ingin dibuat semula.
“Latte Art” dapat dinikmati di Sonnen Cafe, Sinar Bintoro, Surabaya dengan harga minimal Rp25.000,00 per cangkir.

“Meski harga jualnya relatif tinggi tetapi, kenikmatan ditemani Latte Art sembari bekerja pada malam hari takkan terasa lelah sama sekali. Bahkan, kita bisa ketagihan setelah mencicipinya,” katanya.

Sumber     : metrigaya
Lihat juga :
the cafe, coffee bean, starbucks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s